“The gold
mining industry has come to stink in the nostrils of so many thousands of
people.”
(J. H. Curle
in The Goldmines of The World)
oleh: Henry Adrian
Saat
itu waktu menunjukkan hampir jam 12 malam. Di depan sebuah hotel yang terletak
di perbukitan gelap Samarinda, Kalimantan Timur, Bondan menunggu. Tepat jam 12
malam Bondan pun masuk ke hotel tersebut. “Kalau saya ngga turun dalam waktu
satu jam, kamu segera lapor ke polisi, bilang bahwa saya hilang di situ,” ucap
Bondan pada supir taksi yang mengantarnya.
 |
| Bondan Winarno. (Henry Adrian) |
Bondan
tidak hendak mencicipi hidangan kuliner di sana. Waktu itu ia hendak mewawancarai
Letnan Kolonel Edi Tursono, orang yang paling ditakuti oleh Bondan karena ia
memiliki potensi untuk membunuhnya. Edi Tursono adalah saksi kunci kematian Michael
Antonio Tuason de Guzman, Manajer Eksplorasi Bre-X Corp, sebelum ia dinyatakan
bunuh diri dengan terjun dari helikopter yang dipiloti oleh Edi Tursono.
Sepanjang
wawancara, Edi Tursono selalu menjawab pertanyaan Bondan dengan mengatakan
tidak. "Jadi ya sudah, tapi saya sudah ketemu dia, dan saya sudah tahu
dari wajah dan cara dia menjawab, saya tahu bahwa sebetulnya orang ini yang
seharusnya ditangkap oleh pemerintah Indonesia. Jadi kalau dia ngga ditangkap dan
masih bebas, itu adalah ketololan polisi, ketololan pemerintah Indonesia. Dia
pegang peran, dia pegang kunci," jelas Bondan.